Untuk kamu penggemar hunian bergaya etnik dan tradisional, kehadiran aksen dan dekorasi bernuansa ukiran tradisional merupakan hal yang wajib. Di Indonesia sendiri, aplikasi aksen ukiran tradisional telah umum digunakan sejak dahulu kala dan setiap wilayah atau daerah memiliki kekhasannya masing-masing.
Salah satu media yang dapat digunakan untuk membuat ukiran adalah batu alam. Jenis batu alam yang di gunakan adalah Batu Alam Paras atau bisa juga menggunakan Batu Alam Candi. Jenis batu ini digunakan karena mudah untuk di ukir yang memiliki warna yang netral yaitu putih untuk batu paras dan hitam untuk batu candi sehingga cocok dipasangkan dengan desain apapun.
Secara umum ada dua penyebutan untuk ukiran batu alam ini yaitu Relif Ukir dan Loster. Perbedaan utama antara Relif Ukir dan Loster Batu Alam adalah pada bentuk ukirannya Loster ukir cenderung memiliki lubang dan dapat di ukir untuk sisi depan dan sisi belakang, sedangkan relif ukir hanya di ukir pada satu sisi.
Nah penasaran bagaimana proses pembuatan dari Relif Ukiran ini, simak tapannya berikut ini !
1. Desain
Untuk menghasilkan ukiran yang memiliki nilai estetika tinggi dan lebih maksimal, diperlukan desain yang sesuai dengan dekorasi rumah. Motif gambar akan disesuaikan dengan ukuran bidang yang akan dipasang relief ukir.
2. Sketsa Pada batu
Proses selanjutnya yaitu membuat garis sketsa ukiran pada batu. Sketsa pada batu perlu dilakukan agar motif bisa sesuai dengan ukuran panjang dan lebar batu. Untuk membuat sketsa pada batu kita bisa menggunakan pensil biasa dan penggaris.
3. Pengukiran
Proses ini meupakan yang terpenting dalam pembuatan Relif Ukiran. Untuk menghasilkan ukiran yang mendetail dan lebih realistis dibutuhkan Pengukir yang sudah profesional dalam pembuatan relif ukir batu alam. Pengukiran dilakukan menggunakan alat ukir batu.
4. Pemasangan
Agar relief ukir dapat menempel pada dinding perlu dilakukan pengeboran serta pemasangan baut vyser dinabolt. Tak perlu menggunakan semen lagi untuk perekat, karena baut ini dapat menahan Relief Ukir pada dinding. Bekas pengeboran pada Relif Ukir bisa dihilangkan dengan melapisi serbuk batu yang dicampur dengan lem kayu.
5.Finishing
Sambungan pada relif ukir dapat dihilangkan dengan diamplas menggunakan amplas halus. Terakhir lapisi relief ukir ini menggunakan coating, pilih coating jenis natutral agar warna dari relief tidak berubah. Lapisan coating pada relif bisa menjadi pelindung bagi relief ukir dan lebih mudah dalam membersihkannya.
Nah gimana, tertarik menggunakan Relif Ukir pada interior rumah mu? Pesan Sekarang juga !
Konsultasikan kebutuhan dengan Menghubungi Sales Marketing kami di CSO PT. Mughni Kreasindo Perkasa / Mughni Stone.





